Sabtu, 17 Januari 2009

Don't Falling in Love with The Writter

Syahdan di masa dahulu kala, ada seorang penyair yang melahirkan sebuah lagu cinta yang sangat indah. Kepada kawan-kawan dan kenalannya,laki-laki atau perempuan, dan gadis muda yang baru dipapasinya sekalipun, yang menghuni punggung-punggung gunung, ia memperbanyak dan memberikan lagu cinta. Beberapa waktu kemudian seseorang yang diutus oleh seorang gadis muda mendatanginya dan memberikan sepucuk surat.
Gadis muda itu berkata dalam secarik suratnya,"Aku benar-benar terhenyak oleh lagu cinta yang engkau tuliskan dan kirimkan kepadaku. Maka berkunjunglah sekarang ke peraduanku, temui ayah dan ibuku kemudian kita bicara waktu pertunangan kita."
Penyair itu lantas membalas surat gadis muda itu, "Saudariku, yang kutuliskan dan kukirimkan kepadamu cumalah lagu cinta yang menyeruak dari dalam batin seorang penyair yang akan selalu dirayukan setiap laki-laki kepada setiap perempuan."
Kemudian gadis muda itu membalas suratnya," Pembual busuk! Aku telah membenci semua penyair gara-gara kamu! sejak saat ini sampai kematian menyemayamkanmu di peti mati!

Kahlil Gibran, Lagu Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar