Menerima realitas yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, butuh semacam peperangan besar melawan diri sendiri. Yang tentunya tidak bisa dengan cara main-main. Ada kesakitan yang diam-diam muncul. Ada prasangka-prasangka buruk yang selalu berkeliaran dan siap menjebak pada posisi paling rawan. Ada nyala emosi sang pengacau keadaan. Ada ketakutan-ketakutan yang tidak masuk akal. Semuanya saling berebut tempat dalam ruang-ruang kosong kesadaran. Kesadaran untuk menerima apa yang sedang dan telah terjadi di depan mata. Dan ini adalah ujian Tuhan yang harus diambil hikmahnya. Agar paham bahwa tidak gampang menerima kenyataan.
Zis Eno, Bukan Lelaki Pilihan
Sabtu, 17 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar